Megamendung

Megamendung, motif batik Cirebon
Motif Megamendung
Gambar disamping adalah motif megamendung dalam beberapa varian warna. Di dunia batik tradisional klasik, warna biasanya terbatas pada bahan alami yang ada di daerah sekitar pembuatan batik dan yang sudah dikenal umum sebagai pewarna kain. Semacam tumbuhan nila untuk warna bitu tua atau gambir untuk warna coklat kemerahan. Sementara batik printing memiliki peluang menggunakan warna yang lebih kaya.
Batik klasik biasanya hanya warna dasar dan satu warna lain dalam gradasi. Gradasi warna diperoleh dengan pencelupan berulang. Semakin banyak/sering proses pencelupan, warna cenderung semakin gelap. Batik klasik relatif tidak 'kaya' warna seperti halnya batik printing.
Megamendung adalah motif batik khas Trusmi, Cirebon. Berikut uraian motif batik megamendung;
Motif megamendung yang pada awalnya selalu berunsurkan warna biru diselingi warna merah menggambarkan maskulinitas dan suasana dinamis, karena dalam proses pembuatannya ada campur tangan laki-laki. Kaum laki-laki anggota tarekatlah yang pada awalnya merintis tradisi batik. Warna biru dan merah tua juga menggambarkan psikologi masyarakat pesisir yang lugas, terbuka dan egaliter.
Selain itu, warna biru juga disebut-sebut melambangkan warna langit yang luas, bersahabat dan tenang serta melambangkan pembawa hujan yang dinanti-nantikan sebagai pembawa kesuburan dan pemberi kehidupan. Warna biru yang digunakan mulai dari warna biru muda sampai dengan warna biru tua. Biru muda menggambarkan makin cerahnya kehidupan dan biru tua menggambarkan awan gelap yang mengandung air hujan dan memberi kehidupan.
Pada perkembangan berikutnya motif ini menjadi lebih variatif terutama pada paduan warna, karena kemudahan penggunaan warna bada metode printing. Bahkan motif megamendung yang dibuat dengan mesin modern dapat mengikuti perkembangan mode warna yang disukai di dunia fashion. Tidak heran megamendung menjadi sangat warna warni, bahkan dengan warna-warna yang 'bertabrakan' saling mencolok. Yang tersisa adalah bentuk motif yang tetap.
Konon motif ini adalah stilasi dari awan di langit. Beberapa pendapat menduga bahwa penggunaan awan sebagai motif karena filosofi langit dan awan yang tenang meneduhkan sekaligus menimbulkan harapan akan timbulnya huja,

0 komentar:

Posting Komentar